Dan tiba-tiba saja terdengar suara yang sudah tak asing lagi dari atas atap,suara yang terasa begitu akrab,suara yang telah lama kukenal,yang bahkan lebih dulu aku ingat daripada rangkaian huruf-huruf yang dituliskan ibu guru di papan tulis. Yess...setelah sepekan lebih di kota ini,setelah beberapa hari terakhir mendung terus-menerus menggantung di langit,ternyata hari hujan perlahan turun dari langit,dan suaranya yang menyentuh atap seng terasa menyenangkan,membuat kebosanan berangsur pergi,berganti suasana yg terasa lebih nyaman...
Yah,seperti itulah...
Hujan selalu saja menjadi saat-saat yg istimewa bagiku. Saat dimana kita melihat betapa Allah yang Maha Pemurah menurunkan rezeki kepada hamba-hambaNya di bumi secara gratis,bahkan kepada hamba-hamba yg ingkar padaNya. Saat dimana Allah yang Maha Penyayang membasahi seluruh makhluk di bumi ini dengan air yang begitu sejuk,bahkan kepada hamba-hamba yang sesunguhnya jauh lebih pantas bermandikan cahaya mentari yang panas menyengat...
Walaupun terkadang hujan dibenci oleh sebagian manusia,tapi bagiku hujan tetaplah istimewa...
Hujan memang istimewa,selalu menghadirkan perasaan tenang bagiku(meskipun kadang masih ngeluh kalo hujannya deras sekali,apalagi disertai petir dkk.hehe..),selalu mengingatkanku akan banyak hal. Dan seperti hari ini,berbagai hal kembali melintas di kepalaku. Tentang sesuatulah,inilah,itulah,atau apalah. Tapi memang kalau memikirkan semuanya di kala hujan,terasa lebih lapang...
Hujan memang istimewa,meskipun dia selalu datang bersama 'dingin',sahabat karibnya yang kubenci. Kenapa sih kalo hujan turun suasana malah jadi dingin??. Bukankah dingin itu selalu akrab dengan putus asa,kesendirian,bahkan kematian??. Tak logis memang kalo hanya mengikuti mauku,tapi biarlah kalo memang begitu adanya. Sebab bagiku kebersamaan hujan dan dingin adalah sebuah pelajaran,bahwa untuk menikmati sesuatu,kadang harus berhadapan dengan hal yang tak kita sukai...
Hujan memang istimewa,dan biarlah hari ini aku menikmati hujan yg pertama di tanah rantau ini. Bersama segelas kopi hangat,aku segera bergeser ke beranda kamar,menikmati hujan diatas kursi plastik sambil melanjutkan bacaanku. Sambil sesekali memandang sekeliling,melihat daun-daun yang basah,melihat kolam ikan yang tampak ramai oleh tetes air hujan. Dan...
Plukk...
Buku ini kututup saja,karena aku memang tak bisa konsen membaca buku. Aku lebih tertarik mengamati hujan,sambil berpikir banyak hal...
Hmmm...
Bukan banyak hal yg sebenarnya kupikirkan,tp suatu hal,sesuatu...
Atau lebih tepatnya seseorang...
Seseorang...
Yang entah kenapa sering teringat dikala hujan...
Entahlah...
Mungkin saja karena dia jauh lebih istimewa dari hujan...
Aku juga tak tahu,tp mungkin ini juga satu alasan bagi saya bahwa...
Hujan Memang Selalu Istimewa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar