Jumat, 29 Juli 2011

#5 Bogor,Kota Yang Menyenangkan



Dan setelah menempuh perjalanan sekira 1 jam,akhirnya saya,bertiga dengan zul dan inal tiba juga di kota Bogor,kota yang terkenal dengan talas dan asinannya,serta satu-satunya kota di dunia yang tetap diguyur hujan meskipun sedang musim kemarau. dan ketika pertama kali sampai di kota ini,maka yang pertama kali dirasakan adalah kesejukan kota ini. Memang sih kami sampai terlalu pagi,tapi meskipun begitu terasa sekali bahwa kota ini memiliki hawa yang jauh lebih bersahabat dibandingkan kota Jakarta.

Keluar dari stasiun,tampak berbagai macam dagangan yang digelar. Mulai dari pakaian,sepatu,buku,mainan dan tentu saja kuliner. Tampak pula para tukang ojek yang berbaris seadanya menunggu penumpang,dan tak ketinggalan juga angkot yang berjubel memenuhi jalanan. Kelihatan sumpek memang,tapi wajarlah karena berada di sekitaran terminal. Dan seperti di Jakarta,angkot disini juga berdasarkan nomer. Kebetulan Zul pernah tinggal disini,maka jadilah dia penunjuk jalan kami. dan menggunakan angkot berwarna hijau yang tak tahu nomer berapa,kamipun beranjak menuju lapangan Alun-Alun kota untuk mencari sarapan.

Setibanya disana,Alun-Alun itu ternyata sudah ramai oleh warga yang tampak berlatih untuk mengikuti semacam karnaval. Lapangan itu begitu riuh oleh ibu-ibu yang tampak menyemangati anaknya,ada pula yang sibuk memberi arahan ini itu. Dan setelah berkeliling sebentar,kami lalu singgah di salah satu penjual bubur ayam. Lumayan enak juga sarapan ini,dan setelah itu kami lalu beranjak menuju Istana Bogor. Karena jarak dari tempat-tempat yang kami tuju tidak terlalu berjauhan,maka berjalan kaki jadi pilihan kami. Meskipun sedikit menimbulkan protes dari si Inal,perjalanan tetap saja dilanjutkan.



Setelah sedikit berfoto di depan Istana Bogor,kami pun berjalan menyusuri sisi luar istana,sambil sesekali memberi makan Rusa yang ada di sekitaran halaman. Berhenti sejenak untuk menikmati Es Cincau,kami kemudian melanjutkan berjalan kaki menuju Kebun Raya Bogor yang terletak bersebelahan dengan Istana Bogor. Dan seperti biasa,sebelum masuk di dalam kami semua sibuk mangambil gambar,lumayan lah buat kenang-kenangan.hehehe...



Sesampainya di dalam,ternyata masih belum terlalu ramai. Malah yang banyak berlalu lalang di sekitar kami adalah turis asing yang kelihatannya jauh lebih dulu tiba di tempat ini. Lantas saya bertanya-tanya,orang-orang Indonesianya mana???.kok malah saya yang merasa seperti turis asing di tempat ini,sedangkan turis asing itu yang seperti penduduk pribumi,sebab mereka yang kelihatan dominan di tempat ini. Tapi sudahlah,lebih baik saya menikmati tempat ini saja. Dan memang,tidak sia-sia saya menuju tempat ini jauh-jauh dari Jakarta,atau dari Makassar malah. Tempat dengan suasana yang begitu sejuk,dengan pepohonan yang begitu rimbun tertata rapi,hamparan rumput yang begitu luas,bunga-bunga yang begitu indah,serta berbagai jenis tanaman seakan menjadi daya tarik tersendiri di tempat ini. Ternyata ada juga ya tempat seperti ini di Negeri ini,bahkan saya masih sedikit merasa sedang tidak berada di Indonesia,tapi berasa di luar negeri(meskipun belum pernah keluar negeri,tapi merasa saja.hehe...)

Setelah puas berkeliling,melihat-lihat,dan berfoto,saya paling terkesan dengan Rumah Anggrek yang ada di tempat ini. Saking terkesannya dengan Anggrek yang begitu berwarna warni,saya malah tertarik untuk memeliharanya,meskipun tidak sekarang. Dan untuk sedikit melepas lelah,kami lalu beristirahat di bawah pepohonan,duduk di atas rumput,serasa piknik saja.hehehe....

Dan lagi-lagi,ketika memperhatikan sekeliling,ada perilaku dari salah seorang turis asing yang membuat saya geleng-geleng kepala,terlebih lagi ketika membandingkannya dengan perilaku warga Indonesia sendiri. Tampak seorang turis asing,yang kira-kira masih belasan tahu,calingak-calinguk seakan kebingungan mencari sesuatu. Dan sepertinya ia telah menemukan apa yang dia cari,ia kemudian beranjak ke tepi jalan. Ternyata ia sedang mencari tempat sampah untuk membuang permen karet yang sedang ia kunyah,dan saya lantas tersenyum melihat tingkahnya. Dan tak lama kemudian melintaslah seorang Bapak dengan seorang anaknya,yang kelihatan sibuk membuka bungkus roti,dan lantas melemparkan begitu saja bungkusnya di rerumputan sekitarnya. Inilah yang kemudian membuat saya geleng-geleng kepala,kok kita yang punya,malah tak ada rasa kesadaran,rasa memiliki akan tempat ini. Malah orang luar yang tampak begitu peduli,menjaga tempat ini bahkan dari kotoran sekecil permen karet.

Dan karena sudah mulai beranjak siang,maka kami lalu beranjak menuju pintu keluar. Berjalan menuju stasiun sambil menikmati kesejukan kota meskipun matahari tepat berada di titik tertingginya siang ini. Dan sekitar pukul 13.00,kami lalu meninggalkan kota ini menggunakan kereta menuju Jakarta. Yah,itulah ceritaku tentang kota ini,kota yang cukup menyenangkan,dan saya yakin bakal kembali lagi ke kota ini...
SEE YOU NEXT TIME BOGOR...
oh iya,ini sedikit dokumentasinya:






(JAKARTA,17/07/2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar