Entah sudah berapa kali aku merasa seperti ini…
Aku merasa malu karena lagi-lagi harus meminta kepada kepada tua…
Meminta uang untuk memenuhi kebutuhanku yang akhir-akhir ini semakin menggunung…
Hari itu dengan perasaan yang begitu berat,sebelum berangkat menuju kampus aku datang menemui ibu. Sedikit tertunduk,aku lalu menyampaikan kepada beliau bahwa aku butuh uang, untuk membeli barang-barang kebutuhan kuliah. Sebenarnya aku tak terlalu berharap bahwa beliau akan menyanggupinya,mengingat keadaan kami saat ini. tetapi sambil tersenyum simpul beliau berkata..
“kamu butuhnya kapan??.”
Mendengar perkataan itu,aku semakin tertunduk dan hanya bisa menjawab bahwa aku membutuhkannya seminggu lagi. Sambil mencuri pandang ke arah wajahnya, beliau nampak sedang berpikir sejenak dan kembali berkata..
“iya bisa,nanti pekan depan ibu kasih ya..”
Beliau mengatakan hal tersebut dengan senyum yang begitu tulus, sedangkan aku hanya bisa tertunduk dan kemudian memohon pamit menuju kampus…
====
Hari ini, tepat sepekan setelah aku meminta kepada ibu. Tak ada niat sama sekali bagiku untuk menagih janji ibu hari ini, bahkan di hari-hari sebelumnya aku tak pernah lagi menyinggung hal ini. Setelah sarapan, aku lalu bergegas untuk berangkat menuju kampus. Akan tetapi, sesaat sebelum sampai di pintu terdengar suara ibu menyapaku dari belakang..
“fen,ini uangnya jangan lupa.dijaga baik-baik ya… “
Kulihat beliau kembali tersenyum, sambil menyodorkan uang itu kepadaku. Ternyata beliau menepati janjinya…
Aku merasa begitu malu, malu kepada diriku sendiri. Aku yang seharusnya sudah bisa hidup mandiri, malah masih harus bergantung kepada orang tua…
Aku tahu beliau juga membutuhkan uang tersebut, kata-kata beliau agar aku menjaga uang itu baik-baik, menunjukkan bahwa cuma itu yang ada. Tak ada lagi gantinya jika ada apa-apa, tetapi beliau memberikannya dengan disertai sebuah senyuman yang menunjukkan ketulusannya. Dan memang bukan kali ini saja aku meminta, tapi beliau tak pernah mengeluh. Beliau selalu saja mendahulukan anak-anaknya…
Semoga saja aku dapat segera mandiri, agar engkau dapat melepaskan satu persatu beban yang telah kau pikul sekian lama. Semoga rasa malu ini dapat menjadi semangat bagiku, agar aku dapat melakukan segalanya untuk membahagiakanmu. Aku sadar tak akan mungkin dapat membalas yang engkau berikan barang sedikitpun, semoga Allah yang membalasnya dengan jauh lebih besar…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar